Subsidi Gaji Cair Bulan Oktober, Menaker Ida: Penyaluran Subsidi Gaji Capai 97,37 Persen

LINGKAR MADIUN-  Bantuan sosial berupa subsidi gaji/upah yang diberikan oleh pemerintah saat ini masih dalam tahap penyaluran.

Bantuan pemerintah ini merupakan salah satu program pemulihan ekonomi nasional.

“Program ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat di tengah pandemi Covid-19”, kata Menaker Ida melalui Siaran Pers Biro Humas Kemnaker di Jakarta, Selasa (13/10/2020).

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, menyatakan bahwa bantuan pemerintah berupa subsidi gaji/upah telah disalurkan kepada 11.950.300 pekerja atau setara 97,37 persen dari total penerima tahap I s.d. tahap V.

“Hingga 12 Oktober 2020, subsidi gaji/upah telah tersalurkan kepada 11,9 juta pekerja. Kita terus mendorong agar pihak perbankan dapat mempercepat proses penyalurannya,” ujar Menaker Ida.

Untuk tahap V, Kemnaker menerima 578.230 data calon penerima dari BPJS Ketenagakerjaan pada 29 September 2020.

Namun pada 30 September 2020 yang merupakan tenggat akhir pengumpulan data calon penerima subsidi gaji/upah, pihaknya kembali menerima tambahan data sebanyak 40.358.

Dikarenakan jumlahnya yang tidak begitu signifikan, untuk memudahkan pelaporan ke publik, tambahan data tersebut merupakan bagian dari tahap V, sehingga secara total pada tahap V terdapat 618.588 data calon penerima subsidi gaji/upah.

Berdasarkan data Kemnaker per tanggal 12 Oktober 2020, subsidi gaji/upah tahap I telah tersalurkan kepada 2.485.687 penerima (99,43 persen); tahap II sebanyak 2.981.533 penerima (99,38 persen); tahap III sebanyak 3.476.361 penerima (99,32 persen); tahap IV sebanyak 2.579.703 penerima (97,20 persen); dan tahap V sebanyak 427.016 penerima (69,03 persen).

Subsidi gaji/upah disalurkan melalui 2 termin pembayaran. Setelah pembayaran termin I selesai disalurkan untuk 5 tahap, Kemnaker akan melakukan evaluasi sebelum pembayaran termin II mulai disalurkan.

“Kami targetkan termin II mulai disalurkan pada akhir Oktober 2020 atau paling lambat penyalurannya akan dimulai awal November nanti,” jelas Menaker Ida.

Dengan anggaran mencapai Rp37,7 triliun, program bantuan pemerintah berupa subsidi gaji/upah ditargetkan bagi 15,7 juta pekerja yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan (per 30 Juni 2020).

Namun, hingga batas akhir penyerahan data penerima, data yang dikumpulkan dan diserahkan BPJS Ketenagakerjaan hanya mencapai 12.272.731 pekerja/buruh.

“Sisa anggaran akan diserahkan kembali ke Bendahara Negara. Rencananya, akan disalurkan untuk subsidi gaji/upah bagi guru honorer dan tenaga pendidik, baik di lingkup Kemendikbud maupun Kemenag,” kata Menaker Ida.

Sumber: lingkarmadiun.pikiran-rakyat.com

Aplikasi Absensi Karyawan Online Gratis

Perusahaan tidak perlu lagi memantau kinerja karyawan lapangan secara langsung karena ada banyak aplikasi absensi karyawan online gratis. Pekerjaan HRD menjadi lebih efektif, efisien, dan karyawan pun masih tetap bisa produktif. Tetapi, banyak sekali aplikasi absensi karyawan online yang bisa digunakan oleh perusahaan, dari yang gratis, hingga berbayar. Tentunya, aplikasi absesnsi karyawan online tersebut memiliki kelebihan dan kelemahan sendiri, dan tugas Anda adalah menentukan yang mana yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda.

Di antara banyaknya aplikasi absensi karyawan online gratis, berikut ada beberapa rekomendasi yang mungkin bisa Anda jadikan pertimbangan untuk digunakan sebagai sistem absensi di perusahaan Anda.

1. Time Clock Wizard

Aplikasi online ini mempunyai fitur lengkap, termasuk waktu fitur jam seperti absensi dan reimbursement. Tidak ketinggalan fitur scheduling karyawan yang mampu mengirim pemberitahuan melalui email dan teks jika terjadi perubahan jadwal. Fungsi kunci lainnya berupa fungsi payroll yang memungkinkan penyesuaian pembuatan laporan gaji dan lembur.

Aplikasi absensi karyawan online ini benar-benar gratis, bahkan tak terbatas jumlah karyawan. Time Clock Wizard mendapatkan pemasukan dari penjualan layanan tambahan, seperti rekening pedagang, desain web, dan kredit usaha kecil.

2. CKZ Time Clock

CKZ Time Clock adalah aplikasi “Time Tracking” yang digunakan untuk platform Windows dan juga bisa digunakan sebagai alat untuk absensi karyawan. Dilengkapi dengan fitur yang memungkinkan pelaporan penggajian, real-time monitoring karyawan, pelacakan waktu dan kehadiran (absensi), hingga cuti, sakit, dan liburan pengganti, CKZ Time Clock layak untuk dipertimbangkan.

Namun, sayangnya aplikasi ini hanya gratis digunakan dengan batasan hingga tiga karyawan saja. Untuk menambah jumlah karyawan serta meningkatkan sistem keamanan, Anda perlu melakukan upgrade dengan mengeluarkan budget berkisar $49,99.

3. Open Time Clock

Open Time Clock merupakan aplikasi absensi online karyawan yang dilengkapi dengan fitur (clock in/clock out), perhitungan gaji otomatis, dan akses dari perangkat mobile.

Versi gratis sistem berbasis web ini bisa digunakan tanpa batasan penggunaan dan jumlah karyawan. Namun, sayangnya versi gratisnya tidak termasuk reporting atau fungsi web-camera. Untuk pengalaman terbaik, Anda perlu upgrade ke paket standar yang berkisar $200 per tahun.

4. PHP Time Clock

PHP Timeclock memiliki klaim sebagai “sistem berbasis web yang sederhana namun efektif“. Fitur yang disediakan cukup menarik untuk digunakan. Mulai dari pelacakan waktu, liburan, hingga istirahat karyawan. Selain itu, aplikasi ini juga sangat serbaguna karena dilengkapi pula dengan fitur laporan dan mampu mengategorikan karyawan berdasarkan divisi atau departemen. Jika terjadi pengaturan yang mencurigakan, maka software akan memberikan pemberitahuan.

Meski sudah hadir cukup lama, sejak 2006 memang belum ada update besar lagi.

5. Time Clock MTS

Software ini banyak digunakan oleh pengguna komputer dengan sistem operasi Windows. Versi gratisnya memiliki fitur yang menyediakan semua fungsi dari versi berbayar, termasuk permintaan cuti, absen karyawan, absensi sidik jari, bahkan bisa mengambil gambar webcam karyawan saat jam masuk atau jam keluar.

Namun, versi gratisnya hanya dibatasi untuk tiga orang karyawan. Jika lebih dari itu, Anda harus membayar sekitar $79 untuk versi berbayarnya.

6. Digaze

Berbeda dari aplikasi absensi karyawan online lainnya, Digaze memiliki banyak fitur canggih dan lengkap seperti lokasi real-time, check in-out outlet, mode offline, absensi menggunakan fingerprint dan/atau face recognition, dan lain sebagainya. Tak hanya sekedar untuk mencatat kehadiran karyawan, Digaze juga memudahkan laporan penggajian, lembur, hingga cuti, dan akan terus berkembang untuk mendukung aktivitas HR yang sangat kompleks. Belum ada aplikasi absensi karyawan online lain yang menawarkan tools HR dalam satu paket komplit seperti Digaze.

Untuk mendapatkan Digaze, Anda bisa hubungi langsung kontak marketing yang tertera di website dan media sosial Digaze. Anda bisa mendapatkan free trial selama 14 hari!

Itulah beberapa aplikasi absensi karyawan online gratis. Tentu saja, ada kekurangan dan kelebihan di masing-masing aplikasi absensi karyawan online di atas. Anda hanya perlu menelaah sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan perusahaan Anda. Tetapi dapat disimpulkan dari artikel di atas bahwa aplikasi absensi karyawan online seperti Digaze merupakan yang paling ideal dan sesuai dengan lebutuhan banyak perusahaan di Indonesia, dari skala menengah dan besar.

Digaze dibangun oleh Dreamkernel, sebuah perusahaan software atau IT di Surabaya. Merupakan karya anak bangsa yang cerdas dan inovatif, kemampuan Dreamkernel tidak perlu diragukan lagi untuk terus mengembangkan Digaze agar selalu memberikan kemudahan, produktivitas, dan efisiensi sesuai dengan kebutuhan penggunanya, dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.

Apa itu KPI?

KPI atau Key Performance Index adalah acuan untuk mengukur kinerja karyawan dalam suatu perusahaan secara berkala. Kinerja karyawan perlu diukur sebagai bahan evaluasi perusahaan agar dapat berkembang menjadi lebih baik lagi. Karena itu, KPI sangat diperlukan oleh perusahaan. Lebih jelas lagi, akan kami jabarkan mengenai pengertian, karakteristik, dan unsur dari KPI, sebagai berikut.

Pengertian KPI

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, KPI merupakan kependekan dari Key Performance Indicator. KPI berperan sebagai indikator untuk mengukur performa perusahaan, dalam hal ini berkaitan dengan kinerja dan produktivitas karyawan. KPI diperlukan untuk menilai performa perusahaan yang kemudian menjadi acuan bagi perusahaan untuk menentukan kebijakan ke depannya.

Dalam hal ini, KPI masing-masing perusahaan bisa berbeda-beda. Selain itu, setiap divisi atau departemen juga memiliki KPI yang berbeda. Namun, umumnya ada beberapa hal yang ada dalam KPI, yaitu target, leading indicator, dan lagging indicator.

1. Target, merupakan hal yang dijadikan tujuan utama dari indikator yang ditentukan perusahaan.

2. Leading indicator, merupakan indikator yang digunakan sebagai gambaran besar atau kemungkinan hasil ke depannya.

3. Lagging indicator, merupakan indikator yang berguna untuk mengukur berjalannya proses menuju hasil atau target.

Singkatnya, leading indicator ini merupakan indikator umum atau besarnya, sedangkan lagging indicator merupakan indikator khusus yang turut mendukung leading indicator.

Karakter KPI yang Ideal

Dalam menentukan KPI yang sesuai dan tepat dengan situasi perusahaan, beberapa karakteristiknya perlu diperhatikan. Hal ini dilakukan agar penggunaan KPI bisa diterapkan secara efektif. Berikut ini adalah penjelasan mengenai beberapa karakteristik yang harus diperhatikan pada sebuah KPI

Peningkatan pencapaian sesuai target dapat dilakukan dengan pembuktian secara objektif.

  • Hal-hal esensial yang dapat memberikan informasi penting ketika akan membuat keputusan, harus diukur secara baik dan benar
  • Menggunakan data pembanding untuk mengetahui setiap progres dan perubahan yang tengah berjalan
  • Mampu mengukur efektivitas, kualitas, efisiensi, ketepatan waktu, pengaturan, perilaku, kepatuhan, kinerja proyek, kinerja anggota, ekonomi, serta pemanfaatan sumber daya
  • Mampu menggunakan leading dan lagging indicator secara seimbang dalam mencapai target.

Selain itu, KPI yang digunakan oleh perusahaan harus disertai dengan objek yang dijadikan ukuran KPI. Berikut contoh objek beserta penjelasannya

  • Risiko. Dalam hal ini resiko-resiko yang dapat menganggu, memperlambat, hingga membahayakan setiap pencapaian target.
  • Personel. Objek ini fokus mengukur setiap skill, performa, hingga perilaku karyawan yang dapat memengaruhi setiap pencapaian target.
  • Project. Hal ini mengacu pada keefektifan program atau proyek yang sedang berjalan.
  • Operasional. Objek ini fokus pada hal-hal yang sifatnya operasional harian, strategi, gambaran produk, peningkatan produktivitas, pembuatan keputusan, dan lain-lain.
  • Strategis. Hal ini mencakup kapasitas perusahaan dalam soal keuangan, proses internal, hingga konsumen

Unsur-Unsur KPI

Dalam menentukan sebuah KPI yang dapat digunakan oleh perusahaan, sebaiknya harus memperhatikan 5 unsur penting, yaitu

  • Input, yaitu jumlah sumber daya yang digunakan untuk mencapai target meliputi jenis, kuantitas, dan kualitas sumber daya.
  • Proses, merupakan aktivitas yang dijalankan atau dilalui untuk mencapai hasil yang diinginkan secara konsisten, efisien, dan efektif.
  • Output, yaitu seberapa banyak hasil yang dikeluarkan dalam mengukur setiap kinerja yang dilakukan dengen menggunakan sumber daya.
  • Dampak, atau hasil akhir yang dicapai dengan peningkatan, perubahan, dan penambahan target.
  • Proyek, fokus pada keadaan dan progres program atau proyek yang berlangsung.

Metrik Umum KPI

Perusahaan yang menerapkan KPI pada sistem kerja mereka akan menggunakan ukuran-ukuran tertentu. Di mana hal tersebut, dijadikan sebagai acuan untuk mengetahui hasil dari KPI. Ukuran ini disebut dengan metrik yang merupakan alat ukur untuk proses KPI.

Metrik umum yang biasa digunakan oleh suatu perusahaan untuk setiap divisinya tentu berbeda-beda. Mulai dari divisi sales, marketing, finance, HRD, dan masih banyak lainnya. Di mana, hal yang berpengaruh pada aktivitas kerja dalam mencapai target memiliki peran penting.

Berikut contoh-contoh metrik umum pada beberapa divisi:

  1. Finance
    • Biaya akunting dan biaya variabel
    • Harga pokok penjualan
    • Pendapatan bersih, laba kotor, dan margin laba kotor
    • Pertumbuhan penjualan
    • Arus kas dan budget expense
    • waktu payroll dan waktu reimbursement
    • pembayaran kredit
    • nilai inventaris, dan lain sebagainya.
  2. HRD
    • Biaya operasional pada proses rekrutmen meliputi psikotes, test, dan interview
    • Proses rekrutmen meliputi waktu training dan hasil training
    • Staffing efisiensi
    • Data karyawan meliputi kualitas karyawan, usia rata-rata, gaji rata-rata, rasio karyawan laki-laki dan perempuan, persantese karyawan baru, jumlah rata-rata karyawan yang mengundurkan diri, dan lain sebagainya.
  3. Marketing
    • Marketing beserta rasio budget
    • Respon yang didapat dari setiap branding
    • Brand awareness dan customer awareness
    • Kekuatan dan kredibilitas yang dimiliki brand
    • Return on marketing investment
    • Traffic pada platform yang dimiliki, dan lain sebagainya.
  4. Sales
    • Kuota dan kapasitas sales
    • Rasio closing
    • Jumlah kesepakatan dari klien dan jumlah pesanan
    • Margin kotor per produk dan per sales
    • Frekuensi transaksi dan rata-rata pendapatan
    • Estimasi penjualan, dan masih banyak lainnya.

Kesalahan yang Sering Terjadi saat Menentukan KPI

Dalam menentukan KPI yang baik dan benar, kesalahan bukan hal yang asing dan sering terjadi. Kesalahan ini dapat dilihat ketika hasil dari seluruh kinerja perusahaan tidak dapat mencapai target. Permasalahan yang sering terjadi ini menjadi kendala yang memperlambat proses KPI. Berikut penjelasannya:

  1. Strategi dan objektif setiap perusahaan yang tidak jelas karena kebanyakan perusahaan menentukan keberhasilan berdasarkan performa dan sisi keuangan perusahaan saja
  2. Ketidaksepemikiran mengenai kepentingan setiap divisi menjadi permasalahan yang cukup menghambat
  3. Conflict of interest yang tercipta pada setiap proses dan program juga menjadi permasalahan
  4. Tidak adanya dukungan sistem yang mumpuni dalam membuat dan mengukur laporan kinerja.

Hal ini yang menjadi alasan mengapa KPI sangat penting peranannya dalam sebuah perusahaan. Setiap perusahaan mampu meningkatkan kinerja setiap personel dan kinerja perusahaan dalam mencapai target yang diinginkan. Untuk mempermudah kinerja tersebut, setiap perusahaan juga bisa menggunakan bantuan aplikasi karyawan dalam hal ini meningkatkan kinerja para karyawan yaitu dengan Digaze.

Aplikasi absensi karyawan Digaze bisa menjadi solusi setiap perusahaan dalam meningkatkan kinerja internal perusahaan.

Sumber: https://www.talenta.co/blog/insight-talenta/peran-kpi/

Simak! Produk UMKM yang Dibutuhkan di Tengah Pandemi

Liputan6.com, Jakarta – Sejak awal Maret Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan adanya WNI yang positif covid-19, lambat laun sektor kesehatan, sosial, dan ekonomi mulai merasakan dampak dari pandemi tersebut. Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pun tak luput dari tekanan.

Banyak pelaku usaha yang sampai menutup bisnis lantaran daya beli masyarakat menurun. Adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hampir 4 bulan ini membuat kegiatan ekonomi seperti terhenti.

Akhirnya pemerintah pun membuka kembali PSBB, kegiatan usaha pelan-pelan hidup kembali. Pembukaan SPBB tersebut tetapi tetap harus dengan mengedepankan protokol kesehatan.

Di masa transisi new normal Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan banyak pelaku UMKM baru, yakni yang sebelumnya berprofesi sebagai pekerja beralih dan berkecimpung di sektor makanan, minuman, dan lainnya.

Hal tersebut karena banyak dari pekerja yang kena  PHK atau dirumahkan, sehingga mereka tidak memiliki penghasilan lagi. Terdorong keinginnan untuk bertahan, banyak orang yang membuka bisnis baru baik sebagai sampingan mapun utama untuk menambah pendapatan di masa sulit saat ini.

“Saat ini yang sedang growing di e-commerce, kalau menurut hasil survei Danareksa Research Institute memang pola konsumsi berubah dari offline ke online. Saya kira yang lagi growing untuk usaha ya di mamin (makan dan minuman) atau kebutuhan primer,” kata Teten kepada liputan6.com, Kamis (3/9/2020).

Selain sektor mamin, komoditas pertanian sangat diminati masyarakat di masa pandemi, Teten menyebut berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan disektor pertanian tumbuh 16 persen.

Saat Teten melakukan kunjungan kerja ke berbagai daerah, ternyata di daerah kegiatan usaha itu tidak terganggu. Artinya orang tetap pergi ke ladang, ke sawah, sehingga produksi terus meningkat.

“Walaupun Ketika saya berdialog dengan nelayan-nelayan di pantura (pantai utara) memang hasil tangkapan nelayan tidak terserap semua, karena memang daya beli masyarakat menurun,” kata Teten Masduki.

Kemudian, alat-alat perlengkapan kesehatan juga banyak peminatnya, seperti masker, alat pelindung diri, hand sanitizer, minuman herbal dan lainnya. Sebab kasus covid-19 masih belum turun.

*Artikel disadur dari liputan6.com dengan judul yang sama.