Subsidi Gaji Cair Bulan Oktober, Menaker Ida: Penyaluran Subsidi Gaji Capai 97,37 Persen

LINGKAR MADIUN-  Bantuan sosial berupa subsidi gaji/upah yang diberikan oleh pemerintah saat ini masih dalam tahap penyaluran.

Bantuan pemerintah ini merupakan salah satu program pemulihan ekonomi nasional.

“Program ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat di tengah pandemi Covid-19”, kata Menaker Ida melalui Siaran Pers Biro Humas Kemnaker di Jakarta, Selasa (13/10/2020).

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, menyatakan bahwa bantuan pemerintah berupa subsidi gaji/upah telah disalurkan kepada 11.950.300 pekerja atau setara 97,37 persen dari total penerima tahap I s.d. tahap V.

“Hingga 12 Oktober 2020, subsidi gaji/upah telah tersalurkan kepada 11,9 juta pekerja. Kita terus mendorong agar pihak perbankan dapat mempercepat proses penyalurannya,” ujar Menaker Ida.

Untuk tahap V, Kemnaker menerima 578.230 data calon penerima dari BPJS Ketenagakerjaan pada 29 September 2020.

Namun pada 30 September 2020 yang merupakan tenggat akhir pengumpulan data calon penerima subsidi gaji/upah, pihaknya kembali menerima tambahan data sebanyak 40.358.

Dikarenakan jumlahnya yang tidak begitu signifikan, untuk memudahkan pelaporan ke publik, tambahan data tersebut merupakan bagian dari tahap V, sehingga secara total pada tahap V terdapat 618.588 data calon penerima subsidi gaji/upah.

Berdasarkan data Kemnaker per tanggal 12 Oktober 2020, subsidi gaji/upah tahap I telah tersalurkan kepada 2.485.687 penerima (99,43 persen); tahap II sebanyak 2.981.533 penerima (99,38 persen); tahap III sebanyak 3.476.361 penerima (99,32 persen); tahap IV sebanyak 2.579.703 penerima (97,20 persen); dan tahap V sebanyak 427.016 penerima (69,03 persen).

Subsidi gaji/upah disalurkan melalui 2 termin pembayaran. Setelah pembayaran termin I selesai disalurkan untuk 5 tahap, Kemnaker akan melakukan evaluasi sebelum pembayaran termin II mulai disalurkan.

“Kami targetkan termin II mulai disalurkan pada akhir Oktober 2020 atau paling lambat penyalurannya akan dimulai awal November nanti,” jelas Menaker Ida.

Dengan anggaran mencapai Rp37,7 triliun, program bantuan pemerintah berupa subsidi gaji/upah ditargetkan bagi 15,7 juta pekerja yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan (per 30 Juni 2020).

Namun, hingga batas akhir penyerahan data penerima, data yang dikumpulkan dan diserahkan BPJS Ketenagakerjaan hanya mencapai 12.272.731 pekerja/buruh.

“Sisa anggaran akan diserahkan kembali ke Bendahara Negara. Rencananya, akan disalurkan untuk subsidi gaji/upah bagi guru honorer dan tenaga pendidik, baik di lingkup Kemendikbud maupun Kemenag,” kata Menaker Ida.

Sumber: lingkarmadiun.pikiran-rakyat.com

Human Resource Development (HRD) yang Ideal

Siapa yang tidak pernah mendengar tentang Human Resource Development (HRD)? Bagi kamu yang belum pernah mendengar istilah HRD, tepat banget nih! Karena, artikel ini akan membahas mengenai HRD yang tentunya akan menambah pengetahuanmu.

Sebelum membahas lebih lanjut, perlu kamu ingat, bahwa HRD merupakan salah satu bagian terpenting yang dimiliki oleh perusahaan untuk menunjang kinerjanya. Tanpa memperpanjang lagi, langsung saja yuk, kita ulik satu persatu mengenai HRD ini!

Apa itu HRD?

Human Resource Development juga biasa dikenal dengan Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) yang biasanya bertanggung jawab menangani pengelolaan karyawan di dalam sebuah perusahaan.

Pengelolaan yang berada di bawah wewenang HRD biasanya ruang lingkupnya meliputi perencanaan dan pengembangan SDM, proses seleksi rekrutmen, penentuan gaji dan kompensasi serta manajemen kerja, hingga menumbuhkan hubungan kerja antar karyawan.

Atau, bisa dikatakan pekerjaan HRD adalah sebagai pihak yang berhubungan secara langsung kepada seluruh pegawai baik yang telah, ataupun akan bekerja di sebuah perusahaan.

Fungsi HRD Secara Umum

Sejalan dengan arti (Human Resources Development) HRD yang dijelaskan sebelumnya, secara garis besar unit ini memiliki fungsi untuk mengatur semua yang berhubungan dengan SDM di sebuah perusahaan. Pada pelaksanaannya, fungsi HRD dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu fungsi internal dan fungsi eksternal yang akan dijelaskan lebih rinci seperti berikut ini:

Fungsi Internal HRD

Secara umum, fungsi internal HRD adalah untuk mengelola perencanaan dan pengembangan SDM, perekrutan, orientasi, manajemen kinerja, penentuan gaji dan kompensasi serta manajemen kerja, hingga menumbuhkan hubungan kerja.

Selain itu, pihak HRD juga bertanggung jawab dalam pengadaan kegiatan pelatihan terhadap karyawan, agar dapat bekerja sesuai dengan harapan perusahaan.

Fungsi Eksternal HRD

Selanjutnya adalah fungsi eksternal dari HRD yaitu menyediakan konseling di luar perusahaan kepada tenaga kerja. Namun, dalam pelaksanaannya tentu saja harus memperhatikan tingkat kemampuan dan kemauan dari pihak yang akan mengikuti konseling tersebut.

Tugas dan Tanggung Jawab Human Resource Development

Biasanya, yang menjadi seorang HRD adalah mereka yang berpendidikan di bidang psikologi, ekonomi, ataupun hukum. Karena, secara umum, HRD bekerja untuk merekrut dan mengembangkan potensi karyawan, serta berurusan dengan penggajian dan kelegalan dari pegawai di dalam perusahaan.

Namun, tugas dan tanggungjawab yang dimiliki oleh HRD tidak hanya itu saja, untuk lebih memahami, baca terus tentang penjelasannya di bawah ini ya!

  • Merekrut Karyawan untuk Posisi yang Dibutuhkan Perusahaan

Merekrut tenaga kerja baru untuk perusahaan merupakan salah satu tugas wajib yang dikerjakan oleh HRD. Orang-orang yang berada pada divisi HRD adalah mereka yang paling paham mengenai karakteristik pekerja di perusahaan, baik itu yang telah bekerja atau mereka yang hendak melamar pekerjaan.

Sehingga, HRD akan paham, tipe karyawan seperti apa yang paling dibutuhkan untuk mengisi kekosongan di sebuah perusahaan.

  • Memberikan Pelatihan dan Pengembangan Karyawan

Setelah karyawan baru terekrut, tugas HRD selanjutnya adalah mengadakan pelatihan untuk pengembangan karyawan agar kinerja yang dilakukan menjadi maksimal. Dengan begitu, hasil yang akan didapat pun akan sesuai dengan ekspektasi perusahaan ketika mereka direkrut.

  • Melakukan pengawasan kinerja dari setiap karyawan

Pengawasan yang dilakukan oleh HRD berlaku tidak hanya untuk karyawan baru saja. Tugas dan tanggung jawab ini juga berlaku untuk seluruh karyawan yang bekerja di perusahaan.

Adanya pelaksanaan tugas ini dimaksudkan untuk monitoring kinerja SDM agar sesuai dengan Standar Operasional Prosedur yang berlaku dan tujuan yang dikehendaki bisa tercapai dengan baik.

  • Memberikan rekomendasi pengangkatan jabatan dan kompensasi

Pihak HRD memiliki hak khusus untuk merekomendasikan seorang karyawan untuk naik jabatan maupun pemberian kompensasi bagi karyawan yang pantas diberi reward berbentuk kompensasi. Rekomendasi ini diberikan oleh HRD atas dasar kinerja yang diperlihatkan oleh karyawan tersebut.

Semakin baik kinerja yang ditunjukkan, maka kesempatannya untuk memperoleh rekomendasi akan semakin besar. Maka dari itu, jika kamu ingin segera dipromosikan, pastikan kinerjamu stabil dan terus berkembang ya!

  • Menggaji karyawan

merupakan salah satu tugas wajib HRD di setiap perusahaan. Proses penggajian yang dimaksud hanya sebatas mendistribusikannya kepada seluruh karyawan.

Sedangkan untuk nominal gajinya, harus sesuai dengan SOP atau kontrak, ataupun ketentuan yang telah ditetapkan oleh divisi keuangan. Jadi, HRD hanya bertugas untuk membagikannya saja ya! Mereka tidak bertanggungjawab ataupun berhak untuk menaikkan atau menurunkan nominal gaji pegawai.

  • Mengawasi perlengkapan kesehatan dan keselamatan bagi karyawan

Kesehatan dan keselamatan karyawan merupakan salah satu aspek penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan. Dengan adanya jaminan kesehatan maupun keselamatan, dapat dipastikan, karyawan akan bekerja dengan lebih baik, sehingga hasil kinerjanya pun akan lebih maksimal.

Dalam hal ini, HRD juga memegang peran signifikan dalam pengawasan perlengkapan untuk jaminan kesehatan dan keselematan tersebut. Pihak HRD harus mampu mengawasi, terutama di bagian perlengkapannya, agar tidak disalahgunakan dan menyebabkan sebuah kecelakaan kerja.

  • Melakukan pembentukan tim untuk proyek-proyek perusahaan

Karena HRD adalah pihak yang dianggap paling mengerti tentang sifat dan karakter dari pekerja, maka tidak mengherankan, jika ada sebuah proyek, pihak HRD lah yang bertanggungjawab untuk membentuk tim tersebut. Jadi, dapat juga dikatakan bahwa, kesuksesan proyek yang dihasilkan oleh tim tak luput dari peran HRD sebagai pihak yang membentuknya,

  • Pembimbingan dan pemecahan masalah bagi karyawan

Dalam melakukan sebuah pekerjaan, tentu memungkinkan adanya perselisihan di antara para karyawan atau di dalam proses kerja itu sendiri. Untuk menghindari hal tersebut, diperlukan mediasi yang biasanya berbentuk pembimbingan ataupun pemecahan masalah.

Dipimpin oleh HRD, karyawan dapat menyampaikan keluh kesahnya selama proses kerja. Harapannya, setelah dilakukan mediasi, kinerja karyawan dapat kembali pada posisi prima untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

  • Menjaga solidaritas semua karyawan

Kerjasama tim yang baik akan memberikan hasil maksimal yang tentunya akan sesuai dengan tujuan dari perusahaan. Hal tersebut, dapat timbul dari suasana kerja yang nyaman dan kondusif.

Maka dari itu, HRD selaku pihak yang paling mengerti kondisi dari para pegawai, memiliki tugas yang berat, yakni menjaga solidaritas semua karyawan.

Terlihat mudah memang, namun faktanya, cukup sulit untuk dilakukan, mengingat watak dan karakteristik setiap orang yang berbeda-beda.

Bagaimana? Apakah dengan adanya artikel ini kamu menjadi semakin paham mengenai HRD? Atau bahkan, merasa tertarik untuk menjadi HRD di sebuah perusahaan?

Sumber: Jojonomic

Terganggu Notifikasi WhatsApp, Ini Cara Gunakan Fitur Mute

Sebagai salah satu aplikasi pesan instan populer di dunia, WhatsApp telah membantu miliaran pengguna untuk saling terhubung. WhatsApp pun terus berupaya merilis fitur mutakhir agar bikin penggunanya betah dan nyaman saat berkomunikasi antarsesama.

Berdasarkan riset Statisca dikutip Selasa (4/8/2020), WhatsApp mengemas dua miliar pengguna aktif bulanan (MAU) per Maret 2020. Angka ini berlipat ganda bila dibanding per Februari 2016 silam dengan satu miliar MAU.

Agar penggunanya tak berpaling ke platform lain, Facebook sebagai pemilik WhatsApp, pun berinovasi terkait fitur, salah satunya “membisukan” obrolan, baik itu pribadi maupun grup, sehingga tak mengganggu kenyamanan saat chat.

WhatsApp tak pernah 100 persen “membisukan” obrolan di aplikasinya, lantaran opsi ini hanya untuk mute notifikasi saat pesan baru muncul pada obrolan terpilih, sebagaimana dijelaskan WhatsApp di laman FAQ.

“Anda dapat membisukan notifikasi chat individual atau grup untuk jangka waktu tertentu,” penjelasan WhatsApp.

“Anda akan tetap menerima pesan yang dikirim ke chat individual atau grup tersebut, tapi telepon Anda tidak akan bergetar atau berbunyi ketika pesan diterima,” tulis WhatsApp di penjelasan lainnya.

Berikut cara untuk mute notifikasi untuk pesan yang mengganggu, baik itu obrolan pribadi maupun grup:

  1. Pilih jendela chat individual atau grup Tekan Opsi > Bisukan (Mute)
  2. Pilih jangka waktu yang Anda inginkan untuk membisukan notifikasi
  3. Tekan OKE

Terkait poin nomor 3, WhatsApp menyediakan fitur mute untuk durasi maksimal satu tahun, di samping dua opsi durasi waktu lainnya, yaitu delapan jam dan satu pekan.

Selain tips di atas, ada cara alternatif lainnya, yaitu sebagai berikut:

  1. Buka jendela chat individual atau grup
  2. Tekan Opsi > Lihat kontak atau Info grup > Bisukan notifikasi
  3. Pilih jangka waktu yang Anda inginkan untuk membisukan notifikasi
  4. Kemudian tekan OKE

Bila ingin mengaktifkan kembali notifikasi pada obrolan terpilih, caranya cukup mudah, yaitu sebagai berikut:

  1. Pilih jendela chat individual atau grup
  2. Tekan Opsi > Bunyikan (Unmute)

Tips unmute obrolan WhatsApp ini juga punya cara alternatif, yaitu dengan membuka chat individual atau grup lalu tap Opsi > Lihat kontak atau Info grup kemudian tap Bisukan notifikasi dan pilih Tidak ada.

Whatsapp juga telah mendaftarkan pembaruan untuk Google Play Beta Program, yaitu versi 2.20.201.10 dengan membawa empat fitur baru, salah satunya fitur ‘selalu bisukan’ atau mute selamanya.

Dikutip dari laman WABetaInfo, Sabtu (3/10/2020), pembaruan tersebut akan memungkinkan sejumlah pengguna, yang mengikuti program beta WhatsApp, untuk memilih ‘Always Mute,’ opsi baru yang menggantikan pilihan “1 tahun” bisukan notifikasi chat.

Fitur baru ini memberikan kesempatan  pengguna WA untuk membisukan notifikasi chat selamanya.

Tidak hanya itu, WhatsApp juga menyembunyikan tombol panggilan suara dan video untuk chat milik akun bisnis yang telah terverifikasi. WhatsApp bahkan menghilangkan info kontak dalam fitur baru tersebut.

Meski begitu, tombol-tombol tersebut masih tersedia jika ikon profil diketuk dalam chat dan daftar kontak. Tidak diketahui pasti apakah hal itu disengaja atau tidak, yang pasti tombol panggilan tidak tersedia untuk akun bisnis terverifikasi di dalam chat.

Dalam pembaruan 2.20.201.9 sebelumnya, WhatsApp telah mulai merilis UI “Storage Usage” atau Penggunaan Penyimpanan dan alat-alatnya, namun tidak semua pengguna beta mendapatkan pembaruan tersebut.

Setelah menginstal pembaruan 2.20.201.10, beberapa pengguna kini dilaporkan menerima pembaruan dari fitur penggunaan penyimpanan.

Fitur tersebut menghadirkan bar penyimpanan yang memungkinkan pengguna melihat “bobot” file secara langsung, sehingga dapat mengetahui porsi yang diambil dalam ruang file media.

Fitur baru lainnya yang sedang diuji coba WhatsApp adalah ‘Media Guidelines’ atau Panduan Media, yang dengan mudah memungkinkan pengguna untuk meluruskan dan menyelaraskan stiker dengan teks saat mengedit gambar, video dan GIF.

Terlepas dari uji coba, WhatsApp belum diketahui kapan bakal merilis fitur terbaru ‘mute’ selamanya tersebut secara resmi.

Sumber: tirto.id, bisnis.com

Aplikasi Absensi Karyawan Online Gratis

Perusahaan tidak perlu lagi memantau kinerja karyawan lapangan secara langsung karena ada banyak aplikasi absensi karyawan online gratis. Pekerjaan HRD menjadi lebih efektif, efisien, dan karyawan pun masih tetap bisa produktif. Tetapi, banyak sekali aplikasi absensi karyawan online yang bisa digunakan oleh perusahaan, dari yang gratis, hingga berbayar. Tentunya, aplikasi absesnsi karyawan online tersebut memiliki kelebihan dan kelemahan sendiri, dan tugas Anda adalah menentukan yang mana yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda.

Di antara banyaknya aplikasi absensi karyawan online gratis, berikut ada beberapa rekomendasi yang mungkin bisa Anda jadikan pertimbangan untuk digunakan sebagai sistem absensi di perusahaan Anda.

1. Time Clock Wizard

Aplikasi online ini mempunyai fitur lengkap, termasuk waktu fitur jam seperti absensi dan reimbursement. Tidak ketinggalan fitur scheduling karyawan yang mampu mengirim pemberitahuan melalui email dan teks jika terjadi perubahan jadwal. Fungsi kunci lainnya berupa fungsi payroll yang memungkinkan penyesuaian pembuatan laporan gaji dan lembur.

Aplikasi absensi karyawan online ini benar-benar gratis, bahkan tak terbatas jumlah karyawan. Time Clock Wizard mendapatkan pemasukan dari penjualan layanan tambahan, seperti rekening pedagang, desain web, dan kredit usaha kecil.

2. CKZ Time Clock

CKZ Time Clock adalah aplikasi “Time Tracking” yang digunakan untuk platform Windows dan juga bisa digunakan sebagai alat untuk absensi karyawan. Dilengkapi dengan fitur yang memungkinkan pelaporan penggajian, real-time monitoring karyawan, pelacakan waktu dan kehadiran (absensi), hingga cuti, sakit, dan liburan pengganti, CKZ Time Clock layak untuk dipertimbangkan.

Namun, sayangnya aplikasi ini hanya gratis digunakan dengan batasan hingga tiga karyawan saja. Untuk menambah jumlah karyawan serta meningkatkan sistem keamanan, Anda perlu melakukan upgrade dengan mengeluarkan budget berkisar $49,99.

3. Open Time Clock

Open Time Clock merupakan aplikasi absensi online karyawan yang dilengkapi dengan fitur (clock in/clock out), perhitungan gaji otomatis, dan akses dari perangkat mobile.

Versi gratis sistem berbasis web ini bisa digunakan tanpa batasan penggunaan dan jumlah karyawan. Namun, sayangnya versi gratisnya tidak termasuk reporting atau fungsi web-camera. Untuk pengalaman terbaik, Anda perlu upgrade ke paket standar yang berkisar $200 per tahun.

4. PHP Time Clock

PHP Timeclock memiliki klaim sebagai “sistem berbasis web yang sederhana namun efektif“. Fitur yang disediakan cukup menarik untuk digunakan. Mulai dari pelacakan waktu, liburan, hingga istirahat karyawan. Selain itu, aplikasi ini juga sangat serbaguna karena dilengkapi pula dengan fitur laporan dan mampu mengategorikan karyawan berdasarkan divisi atau departemen. Jika terjadi pengaturan yang mencurigakan, maka software akan memberikan pemberitahuan.

Meski sudah hadir cukup lama, sejak 2006 memang belum ada update besar lagi.

5. Time Clock MTS

Software ini banyak digunakan oleh pengguna komputer dengan sistem operasi Windows. Versi gratisnya memiliki fitur yang menyediakan semua fungsi dari versi berbayar, termasuk permintaan cuti, absen karyawan, absensi sidik jari, bahkan bisa mengambil gambar webcam karyawan saat jam masuk atau jam keluar.

Namun, versi gratisnya hanya dibatasi untuk tiga orang karyawan. Jika lebih dari itu, Anda harus membayar sekitar $79 untuk versi berbayarnya.

6. Digaze

Berbeda dari aplikasi absensi karyawan online lainnya, Digaze memiliki banyak fitur canggih dan lengkap seperti lokasi real-time, check in-out outlet, mode offline, absensi menggunakan fingerprint dan/atau face recognition, dan lain sebagainya. Tak hanya sekedar untuk mencatat kehadiran karyawan, Digaze juga memudahkan laporan penggajian, lembur, hingga cuti, dan akan terus berkembang untuk mendukung aktivitas HR yang sangat kompleks. Belum ada aplikasi absensi karyawan online lain yang menawarkan tools HR dalam satu paket komplit seperti Digaze.

Untuk mendapatkan Digaze, Anda bisa hubungi langsung kontak marketing yang tertera di website dan media sosial Digaze. Anda bisa mendapatkan free trial selama 14 hari!

Itulah beberapa aplikasi absensi karyawan online gratis. Tentu saja, ada kekurangan dan kelebihan di masing-masing aplikasi absensi karyawan online di atas. Anda hanya perlu menelaah sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan perusahaan Anda. Tetapi dapat disimpulkan dari artikel di atas bahwa aplikasi absensi karyawan online seperti Digaze merupakan yang paling ideal dan sesuai dengan lebutuhan banyak perusahaan di Indonesia, dari skala menengah dan besar.

Digaze dibangun oleh Dreamkernel, sebuah perusahaan software atau IT di Surabaya. Merupakan karya anak bangsa yang cerdas dan inovatif, kemampuan Dreamkernel tidak perlu diragukan lagi untuk terus mengembangkan Digaze agar selalu memberikan kemudahan, produktivitas, dan efisiensi sesuai dengan kebutuhan penggunanya, dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.

7 Teknik Closing Yang Efektif Menghasilkan Transaksi Penjualan

Pada artikel ini kita akan membahas tentang teknik closing yang efektif menghasilkan transaksi penjualan. Ini merupakan tahap lanjutan dari marketing atau pemasaran. Marketing akan menghasilkan leads, prospek atau pembeli potensial. Sedangkan teknik closing akan menghasilkan sales atau penjualan yang berasal dari leads yang masuk ke bisnis Anda.

Kami yakin kalau Anda sudah paham dengan perbedaan sales dan marketing. Sehingga ke depan kami tidak perlu lagi menjelaskan hal ini. Kita akan fokus ke apa itu teknik closing, bagaimana menerapkan teknik closing dan juga apa saja macam-macam teknik closing yang bisa langsung Anda praktikkan setelah membaca artikel ini.

Apa Itu Teknik Closing Dan Mengapa Penting Bagi Bisnis?

Teknik closing adalah sebuah metode untuk membuat calon pembeli produk benar-benar menjadi pembeli produk kita. Atau dengan kata lain ini merupakan sebuah teknik yang bisa digunakan untuk mengubah leads menjadi pembeli.

Ketika kita menjual produk dan berinteraksi dengan calon pembeli via chat, kita perlahan dan sedikit demi sedikit mengarahkan mereka untuk membeli produk kita. Saat proses mengarahkan itulah teknik closing yang baik dibutuhkan agar calon pembeli tidak merasa sedang dipaksa dan dengan senang hati tertarik terhadap produk kita.

Perilaku pasar Indonesia tidak sama dengan perilaku konsumen di negara seperti Amerika. Di negara yang kultur belanja onlinenya sudah terbangun, teknik closing via WhatsApp, WhatsApp Web atau media sosial cukup jarang digunakan. Mereka cukup melihat spesifikasi produk yang tertera di website atau e-commerce, lalu mereka memutuskan untuk beli atau tidak.

Sementara di Indonesia, kultur belanja onlinenya adalah “tanya dulu baru beli.” Jadi, meskipun sudah ada keterangan mengenai spesifikasi produk, warna, dan harga, calon pembeli tetap merasa perlu untuk bertanya-tanya lebih dahulu. Karena itu meskipun toko online kita sudah canggih, WhatsApp harus tetap tersedia.

Karena kultur belanja online masyarakat Indonesia seperti itu maka kita perlu memahami segala hal mengenai teknik closing. Tujuannya supaya orang yang sudah chat dengan kita, bisa langsung beli tanpa ragu, tanpa tapi dan tanpa nanti.

Persiapan Sebelum Menjalankan Teknik Closing

Sebelum kita mempelajari berbagai penerapan teknik closing di dalam bisnis, ada beberapa hal yang perlu Anda persiapkan terlebih dahulu. Karena beberapa hal ini akan sangat berkaitan dengan cara Anda menerapkan teknik closing nantinya.

Adapun hal-hal tersebut antara lain:

  • Memahami keunggulan produk
  • Mengetahui mengapa konsumen harus beli sekarang
  • Membangun kepercayaan.

Memahami Keunggulan Produk

Pertama, Anda harus paham betul seluk beluk produk yang ditawarkan. Banyak pembelian yang gagal terjadi hanya karena Customer Service (CS) atau Anda sendiri tidak bisa menjawab pertanyaan calon pembeli terkait produk yang kita jual. Atau kalaupun bisa menjawabnya, kkita terkesan ragu karena tidak mengetahui detil produknya secara pasti.

Jadi, kita perlu tahu semua hal tentang produk kita, dan juga alur pembelian dan hal-hal lain yang berhubungan dengan produk. Kalau Anda gagal mempelajari dan memahami produk Anda sendiri, maka teknik closing seperti apa pun yang digunakan akan sulit untuk berhasil.

Mengetahui mengapa konsumen harus beli sekarang

Berikutnya, Anda harus bisa memahami mengapa jika konsumen membeli produknya sekarang. Mereka akan mendapat berbagai keuntungan.

Jadi, kita juga perlu menyiapkan apa yang menjadi pembeda produk kita dengan produk kompetitor. Sehingga jika calon pembeli tidak membeli dari kita sekarang juga, mereka akan merugi. Pemahaman terhadap hal ini akan sangat membantu ketika kita menerapkan teknik closing.

Membangun kepercayaan

Umumnya, tidak ada calon pembeli yang membeli dalam sekali penawaran. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk membangun kepercayaan.

Jadi, meskipun tidak jadi membeli, kita tetap harus memberikan servis yang ramah dan baik. Jika kita berhasil melakukannya, mereka akan punya rasa percaya dan kembali pada kita.

Bahkan, jika pembeli puas dengan pelayanan kita, mereka dengan sendirinya akan kembali lagi tanpa harus menerapkan teknik closing yang macam-macam. Itulah mahalnya harga sebuah kepercayaan.

7 Teknik Closing Yang Efektif Menghasilkan Transaksi Penjualan

Setelah kita mempersiapkan semua hal di atas, kini saatnya kita mengenal dan mempelajari berbagai macam teknik closing yang efektif. Harapannya, ketika Anda menerapkan ini, calon pembeli tanpa ragu akan segera transfer.

1. Berikan pertanyaan pilihan

Teknik closing yang pertama adalah untuk selalu memberikan pertanyaan pilihan. Jadi jangan sampai kita memberikan pertanyaan putus.

Contoh pertanyaan putus misalnya seperti ini:

“kak jadi beli ga?”

Kalau kita bertanya seperti ini, niscaya jawabannya adalah “Gak!”

Teknik closing yang efektif biasanya selalu melibatkan pertanyaan yang menyediakan pilihan, contohnya begini:

“Kak, jadinya mau warna merah atau putih?”

“Kak, jadinya mau COD atau dikirim?”

“Kak, jadinya mau transfer bank atau pakai OVO?”

Gunanya adalah agar calon pembeli tetap terhubung dan niscaya mereka tidak akan bilang “tidak”.

Jadi, mereka akan sampai pada titik siap untuk membeli melalui pertanyaan-pertanyaan kita. Dengan cara ini, kita menghindarkan diri kita dari sifat jutek dan terlihat peduli pada kondisi calon pembeli.

2. Yakin mereka akan beli

Kedua, teknik closing yang efektif adalah mengasumsikan bahwa calon pembeli memang akan membeli. Closing itu soal keyakinan, jika begitu chat dari pelanggan masuk dan kita merasa tidak yakin, alam bawah sadar kita akan membuat tindakan berikutnya jadi kurang meyakinkan juga.

Jadi, kita harus berpikir bahwa mereka memang pasti akan membeli.

Contohnya, ketika calon pembeli bertanya tentang harga, kita bisa katakan kepada calon pembeli seperti ini:

“Harganya 50,000 kak, mau beli 2 atau 1 aja?”

Jadi, kita juga mendorong kepada calon pembeli untuk mempertimbangkan bahwa mereka memang perlu membeli produk kita. Teknik closing ini memang butuh pengalaman, namun seiring waktu kita bisa melihat dan tampil meyakinkan agar calon pembeli memang jadi membeli produk kita.

3. Teknik 3 in 1

Berikutnya adalah teknik 3 in 1, alias menawarkan tiga keuntungan dalam 1 produk. Mengapa tiga? Karena jumlah tersebut disinyalir lebih masuk ke pikiran konsumen dan lebih enak didengar.

Misalnya kita bisa tawarkan dengan mengatakan:

“Kalau beli teh ini, manfaat adalah bagus untuk kulit, membantu pencernaan, dan meningkatkan daya tahan tubuh.”

Atau

“Kalau dibanding kopi X, kopi kita lebih murah, lebih halus, dan lebih wangi kak.”

Jadi selain menceritakan keunggulan, kita juga bisa membandingkannya dengan produk kompetitor. Teknik closing ini cenderung efektif karena calon pembeli butuh pembanding dan mengetahui keunggulan produk secara lebih jelas sebelum membeli.

4. Pastikan kita yang terakhir chat

Teknik yang keempat adalah memastikan kita menjadi yang terakhir chat. Jadi jangan biarkan calon pembeli menjadi yang yang terakhir chat. Hal itu menunjukkan seolah kita tidak peduli lagi pada mereka. 

Misalnya saja pembeli menuliskan:

“Oke”.

Meskipun itu tandanya dia telah mengakhiri percakapan, tapi jangan sampai kita biarkan. Kita bisa balas dengan seperti ini:

“baik kak, terima kasih sudah mengunjungi toko kami.”

Meskipun calon pelanggan tidak jadi membeli, tetap usahakan kita yang terakhir membalas. Hal ini menunjukkan rasa siap kita, dan membangun kepercayaan di benak konsumen bahwa servis kita bagus dan cekatan. Teknik closing ini sangat efektif untuk memberikan citra positif pada konsumen.

5. Now or Never

Teknik closing yang kelima adalah dengan memberikan kelangkaan kepada calon pembeli. Maksudnya kita memberikan semacam pengumuman kepada calon pelanggan bahwa jika mereka tidak membeli produk kita sekarang mereka akan rugi.

Contohnya seperti ini:

“Kalau kakak, beli sekarang, kakak akan dapat diskon untuk produk X sebesar 30%”

Atau

“Kalau kakak nunda sampai besok, nanti tidak ada gratis ongkir kak, kalau transfer hari ini kami kirimkan hari ini juga dan besok sudah sampai.”

Dengan begitu, mereka akan merasa terdesak untuk membeli. Anda juga bisa menggunakan teknik closing ini jika produk Anda sedang memunculkan varian baru atau diskon baru. Jadi, menampilkan eksklusivitas dan kelangkaan akan membantu penjualan menjadi lebih tepat terjadi.

6. Empati

Teknik closing yang keenam adalah menunjukkan empati kepada calon konsumen. Jadi kita menempatkan diri sebagai si konsumen. Misalnya calon pelanggan kita mengeluh tentang wajahnya jerawatan dan bertanya apakah produk kosmetik kita bisa membantu.

Contoh jawaban yang keliru:

“Oh tentu bisa, jangan khawatir kak, pasti bisa sembuh.”

Hal ini selain khawatirnya memberi janji palsu, juga kita menunjukkan seolah masalah tersebut sepele.

Jawaban yang dianjurkan.

“Saya juga kurang lebih dulu sama kak, itu ganggu banget, apalagi kalau ketemu teman. Tapi sejak pakai produk ini, saya juga sedikit-sedikit bisa lebih pede, karena efeknya cepet banget kerasa kak.”

Dengan teknik closing seperti ini, kita lebih dulu masuk ke dalam dunianya si pelanggan. Lalu dari situ baru kita munculkan keampuhan produk kita. Calon pelanggan akan cenderung lebih percaya dan yakin karena hatinya sudah lebih dulu kita dapatkan. Tidak sekonyong-konyong kita langsung menawarkan produk.

7. Testimoni

Teknik closing yang terakhir adalah dengan memberikan testimoni. Seperti sudah disinggung sebelumnya, rata-rata orang Indonesia perlu bertanya sebelum membeli. Untuk bisa menjawab pertanyaan tersebut mereka butuh bukti dari yang sudah berhasil.

Jadi, kita juga perlu memberitahu calon pelanggan tentang kesuksesan produk kita di mata pelanggan lain.

Misalnya seperti ini:

“Krimnya ampuh kak buat ngilangin jerawat, ini komentar dari salah satu pelanggan kami yang problemnya sama dengan kakak.”

Lalu kita berikan screen shoot dari pelanggan yang dimaksud.

Teknik closing ini memperkuat argumen kita karena ada bukti pernah berhasil sebelumnya. Dengan begitu, calon pelanggan menjadi lebih mudah untuk diyakinkan. 

Itulah beberapa teknik closing yang bisa Anda terapkan dalam mendapatkan penjualan. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di artikel kami yang berikutnya. 

Sumber: kirim.email/teknik-closing/

Awas Kenakalan Karyawan Mengintai!

Sebuah perusahaan maupun organisasi bisnis pasti memiliki orang-orang yang dipekerjakan sebagai roda penggerak dari usaha tersebut. Adanya produk berupa barang dan jasa yang memiliki kualitas terbaik dan tak ada tandingannya pun tak akan membuat perusahaan menjadi usaha yang maju dan memimpin pasar tanpa adanya manusia sebagai pihak yang menjalankan berbagai fungsi dalam perusahaan tersebut.

Sayangnya, tidak semua orang bisa menjadi orang-orang yang menyenangkan bagi Anda. Beberapa orang memiliki latar belakang yang memicu pemahaman dan perilaku tertentu sehingga muncul sebagai kebiasaan dan budaya hidup masing-masing. Beberapa kebiasaan ini terkadang menjadi hal-hal yang tidak bisa ditoleransi oleh aturan organisasi tempatnya bekerja. Manajemen menjadi lebih aware dengan penyimpangan yang mungkin dilakukan oleh pekerja mereka sendiri karena pada akhirnya perusahaanlah yang paling memiliki potensi besar terkena dampaknya.

Awas kenakalan karyawan mengintai! Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, semua orang memiliki kepribadian sendiri yang terbentuk dari masa lalu berupa kejadian, pemahaman, dan budaya hidupnya. Beberapa perilaku yang mencerminkan bentuk kenakalan karyawan ini harus Anda ketahui dan segera beri tindakan sebelum terlampau jauh menjadi lebih parah.

  1. Karyawan Anda kerap terlambat dan  kerap membuat alasan yang  bermacam-macam untuk menutupi kebiasaannya itu. Ia menjadi orang yang tidak bisa bekerja secara tepat waktu. Jika kenakalan ini tidak segera ditindak, perusahaan sendirilah yang akan merugi.
  2. Kebiasaan  menjadi  pribadi  yang  moody  merupakan salah  satu  bentuk  kenakalan  karyawan. Ketika mereka tidak dalam kondisi atau suasana hati yang menyenangkan, mereka cenderung menjadi pengangguran terselubung: raga mereka berada di kantor namun pikiran mereka melayang kemana-mana. Akibatnya, pekerjaan menjadi tidak terselesaikan secara baik.
  3. Kerap memotong jam kerja kantor jelas menjadi kenakalan karyawan yang cukup mengganggu dan mempengaruhi kinerja perusahaan. Segera ambil tindakan untuk pelanggaran satu ini.
  4. Meski terlihat konyol, namun peralatan kantor bisa menjadi sasaran bagi karyawan nakal sebagai media mengekspresikan diri. Tak jarang beberapa peralatan kantor justru dibuat menjadi mainan yang seharusnya tidak mereka kerjakan dan buat. Selain membuang-buang alat tulis dan alat kantor, hal tersebut tidak memberikan manfaat bagi perusahaan tentunya.
  5. Sudah menjadi naluri manusia untuk bersosialisasi. Namun sosialisasi yang hanya berkumpul untuk membicarakan orang lain alias bergosip juga menjadi bentuk kenakalan karyawan yang perlu Anda tindak. Selain  tidak  memberikan  manfaat  bagi  perusahaan,  hubungan  personal antara karyawan satu dengan karyawan lain bisa menjadi renggang dan pada akhirnya berdampak pada produktivitas masing-masing orang.
  6. Kenakalan karyawan yang perlu Anda ketahui dan sadari lain adalah kebiasaan mem-bully rekan kerjanya dan hobi mencari muka kepada atasan untuk mendapat penilaian kerja yang bagus.

Itulah beberapa ciri dan karakteristik dari kenakalan karyawan yang sangat mungkin ada dan terjadi bahkan mempengaruhi kinerja perusahaan secara keseluruhan. Anda mungkin  memberlakukan  diri Anda sebagai atasan dan manajemen yang berusaha terbuka dengan pekerja untuk tujuan professional namun tetaplah ingat: Awas kenakalan karyawan mengintai!

Karena itu, Digaze dibangun. Dengan fitur yang canggih, Digaze mampu meminimalisir kecurangan yang mungkin dilakukan karyawan, terutama yang berada di luar pengawasan langsung atasan. Digaze didesain agar karyawan bisa lebih produktif dan unggul, yang kemudian dapat meningkatkan penjualan perusahaan.

Sumber: hrd-forum.com

Apa itu KPI?

KPI atau Key Performance Index adalah acuan untuk mengukur kinerja karyawan dalam suatu perusahaan secara berkala. Kinerja karyawan perlu diukur sebagai bahan evaluasi perusahaan agar dapat berkembang menjadi lebih baik lagi. Karena itu, KPI sangat diperlukan oleh perusahaan. Lebih jelas lagi, akan kami jabarkan mengenai pengertian, karakteristik, dan unsur dari KPI, sebagai berikut.

Pengertian KPI

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, KPI merupakan kependekan dari Key Performance Indicator. KPI berperan sebagai indikator untuk mengukur performa perusahaan, dalam hal ini berkaitan dengan kinerja dan produktivitas karyawan. KPI diperlukan untuk menilai performa perusahaan yang kemudian menjadi acuan bagi perusahaan untuk menentukan kebijakan ke depannya.

Dalam hal ini, KPI masing-masing perusahaan bisa berbeda-beda. Selain itu, setiap divisi atau departemen juga memiliki KPI yang berbeda. Namun, umumnya ada beberapa hal yang ada dalam KPI, yaitu target, leading indicator, dan lagging indicator.

1. Target, merupakan hal yang dijadikan tujuan utama dari indikator yang ditentukan perusahaan.

2. Leading indicator, merupakan indikator yang digunakan sebagai gambaran besar atau kemungkinan hasil ke depannya.

3. Lagging indicator, merupakan indikator yang berguna untuk mengukur berjalannya proses menuju hasil atau target.

Singkatnya, leading indicator ini merupakan indikator umum atau besarnya, sedangkan lagging indicator merupakan indikator khusus yang turut mendukung leading indicator.

Karakter KPI yang Ideal

Dalam menentukan KPI yang sesuai dan tepat dengan situasi perusahaan, beberapa karakteristiknya perlu diperhatikan. Hal ini dilakukan agar penggunaan KPI bisa diterapkan secara efektif. Berikut ini adalah penjelasan mengenai beberapa karakteristik yang harus diperhatikan pada sebuah KPI

Peningkatan pencapaian sesuai target dapat dilakukan dengan pembuktian secara objektif.

  • Hal-hal esensial yang dapat memberikan informasi penting ketika akan membuat keputusan, harus diukur secara baik dan benar
  • Menggunakan data pembanding untuk mengetahui setiap progres dan perubahan yang tengah berjalan
  • Mampu mengukur efektivitas, kualitas, efisiensi, ketepatan waktu, pengaturan, perilaku, kepatuhan, kinerja proyek, kinerja anggota, ekonomi, serta pemanfaatan sumber daya
  • Mampu menggunakan leading dan lagging indicator secara seimbang dalam mencapai target.

Selain itu, KPI yang digunakan oleh perusahaan harus disertai dengan objek yang dijadikan ukuran KPI. Berikut contoh objek beserta penjelasannya

  • Risiko. Dalam hal ini resiko-resiko yang dapat menganggu, memperlambat, hingga membahayakan setiap pencapaian target.
  • Personel. Objek ini fokus mengukur setiap skill, performa, hingga perilaku karyawan yang dapat memengaruhi setiap pencapaian target.
  • Project. Hal ini mengacu pada keefektifan program atau proyek yang sedang berjalan.
  • Operasional. Objek ini fokus pada hal-hal yang sifatnya operasional harian, strategi, gambaran produk, peningkatan produktivitas, pembuatan keputusan, dan lain-lain.
  • Strategis. Hal ini mencakup kapasitas perusahaan dalam soal keuangan, proses internal, hingga konsumen

Unsur-Unsur KPI

Dalam menentukan sebuah KPI yang dapat digunakan oleh perusahaan, sebaiknya harus memperhatikan 5 unsur penting, yaitu

  • Input, yaitu jumlah sumber daya yang digunakan untuk mencapai target meliputi jenis, kuantitas, dan kualitas sumber daya.
  • Proses, merupakan aktivitas yang dijalankan atau dilalui untuk mencapai hasil yang diinginkan secara konsisten, efisien, dan efektif.
  • Output, yaitu seberapa banyak hasil yang dikeluarkan dalam mengukur setiap kinerja yang dilakukan dengen menggunakan sumber daya.
  • Dampak, atau hasil akhir yang dicapai dengan peningkatan, perubahan, dan penambahan target.
  • Proyek, fokus pada keadaan dan progres program atau proyek yang berlangsung.

Metrik Umum KPI

Perusahaan yang menerapkan KPI pada sistem kerja mereka akan menggunakan ukuran-ukuran tertentu. Di mana hal tersebut, dijadikan sebagai acuan untuk mengetahui hasil dari KPI. Ukuran ini disebut dengan metrik yang merupakan alat ukur untuk proses KPI.

Metrik umum yang biasa digunakan oleh suatu perusahaan untuk setiap divisinya tentu berbeda-beda. Mulai dari divisi sales, marketing, finance, HRD, dan masih banyak lainnya. Di mana, hal yang berpengaruh pada aktivitas kerja dalam mencapai target memiliki peran penting.

Berikut contoh-contoh metrik umum pada beberapa divisi:

  1. Finance
    • Biaya akunting dan biaya variabel
    • Harga pokok penjualan
    • Pendapatan bersih, laba kotor, dan margin laba kotor
    • Pertumbuhan penjualan
    • Arus kas dan budget expense
    • waktu payroll dan waktu reimbursement
    • pembayaran kredit
    • nilai inventaris, dan lain sebagainya.
  2. HRD
    • Biaya operasional pada proses rekrutmen meliputi psikotes, test, dan interview
    • Proses rekrutmen meliputi waktu training dan hasil training
    • Staffing efisiensi
    • Data karyawan meliputi kualitas karyawan, usia rata-rata, gaji rata-rata, rasio karyawan laki-laki dan perempuan, persantese karyawan baru, jumlah rata-rata karyawan yang mengundurkan diri, dan lain sebagainya.
  3. Marketing
    • Marketing beserta rasio budget
    • Respon yang didapat dari setiap branding
    • Brand awareness dan customer awareness
    • Kekuatan dan kredibilitas yang dimiliki brand
    • Return on marketing investment
    • Traffic pada platform yang dimiliki, dan lain sebagainya.
  4. Sales
    • Kuota dan kapasitas sales
    • Rasio closing
    • Jumlah kesepakatan dari klien dan jumlah pesanan
    • Margin kotor per produk dan per sales
    • Frekuensi transaksi dan rata-rata pendapatan
    • Estimasi penjualan, dan masih banyak lainnya.

Kesalahan yang Sering Terjadi saat Menentukan KPI

Dalam menentukan KPI yang baik dan benar, kesalahan bukan hal yang asing dan sering terjadi. Kesalahan ini dapat dilihat ketika hasil dari seluruh kinerja perusahaan tidak dapat mencapai target. Permasalahan yang sering terjadi ini menjadi kendala yang memperlambat proses KPI. Berikut penjelasannya:

  1. Strategi dan objektif setiap perusahaan yang tidak jelas karena kebanyakan perusahaan menentukan keberhasilan berdasarkan performa dan sisi keuangan perusahaan saja
  2. Ketidaksepemikiran mengenai kepentingan setiap divisi menjadi permasalahan yang cukup menghambat
  3. Conflict of interest yang tercipta pada setiap proses dan program juga menjadi permasalahan
  4. Tidak adanya dukungan sistem yang mumpuni dalam membuat dan mengukur laporan kinerja.

Hal ini yang menjadi alasan mengapa KPI sangat penting peranannya dalam sebuah perusahaan. Setiap perusahaan mampu meningkatkan kinerja setiap personel dan kinerja perusahaan dalam mencapai target yang diinginkan. Untuk mempermudah kinerja tersebut, setiap perusahaan juga bisa menggunakan bantuan aplikasi karyawan dalam hal ini meningkatkan kinerja para karyawan yaitu dengan Digaze.

Aplikasi absensi karyawan Digaze bisa menjadi solusi setiap perusahaan dalam meningkatkan kinerja internal perusahaan.

Sumber: https://www.talenta.co/blog/insight-talenta/peran-kpi/

Mengatasi Permasalahan Tingginya Tingkat Turnover Karyawan

Tingkat turnover karyawan yang terlalu tinggi merupakan masalah, baik untuk tim HR maupun bagi perusahaan. Ada banyak alasan mengapa hal tersebut menjadi hal yang merugikan. Misalnya, apabila karyawan dari suatu perusahaan banyak mengundurkan diri, maka perusahaan tersebut perlu melakukan proses rekrutmen kembali untuk mendapatkan karyawan yang baru. Hal tersebut tentu saja akan membuang-buang waktu dan biaya. Selain itu, juga ada efek negatif yang harus perusahaan tanggung, mulai dari menurunnya produktivitas kerja hingga citra buruk perusahaan. Oleh karena itu, untuk mengatasi kondisi tersebut, perusahaan perlu mengetahui apa saja yang menjadi penyebab utama karyawan meninggalkan perusahaan.

Alasan Umum Tingginya Tingkat Turnover Karyawan

Berikut ini adalah beberapa alasan umum di balik tingginya tingkat turnover karyawan yang perlu diketahui

1. Beban pekerjaan yang tidak manusiawi

Beban pekerjaan yang sangat berat dan lebih banyak dari waktu kerja, akan membuat karyawan mudah untuk memutuskan mundur dari perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan perlu membagi rata beban kerja para karyawannya. Agar produktivitas meningkat tanpa memberatkan salah seorang atau divisi tertentu. Selain itu, sebaiknya perusahaan melakukan survei secara berkala tentang pendapat karyawan terhadap pekerjaan karyawan. Hal tersebut dapat menjadi upaya pencegahan turnover yang cukup efektif.

2. Karyawan mendapatkan tawaran gaji yang lebih tinggi

Beberapa karyawan akan meninggalkan pekerjaannya jika mereka mendapatkan tawaran pekerjaan lain dengan gaji yang lebih tinggi. Jadi, jika ada banyak karyawan di perusahaan Anda yang mengundurkan diri, cobalah Anda segera mengecek berapa gaji yang diberikan. Bandingkan dengan kualitas dan pengalaman kerja yang karyawan miliki. Lalu, lihatlah bagaimana perusahaan lain membayar gaji karyawan dengan kapasitas tersebut. Memiliki indikator penilaian kinerja yang tepat akan menjadi kunci untuk mengatasi masalah ini.

3. Budaya perusahaan yang tidak sehat

Budaya kerja di perusahaan sangat berkaitan erat dengan kebahagiaan karyawan. Jika karyawan menyukai budaya perusahaan, maka mereka akan lebih produktif dan setia pada perusahaan. Sebaliknya, jika karyawan tidak menyukai budaya perusahaan, maka karyawan akan lebih mudah untuk mengundurkan diri. Oleh karena itu, menciptakan budaya kerja yang baik dan sehat tentu saja menjadi hal penting yang harus dilakukan oleh setiap perusahaan. Lakukanlah perubahan yang nyata terhadap budaya perusahaan yang buruk, hingga karyawan mengetahui betapa perusahaan ingin berubah menjadi lebih baik.

4. Karyawan merasa tidak memiliki kesempatan berkembang

Jika perusahaan Anda tidak menyediakan sesuatu yang berarti bagi karyawan, tidak membuatnya berkembang, tentu bukan hal yang mustahil karyawan akan meninggalkan perusahaan Anda. Salah satu poin penting adalah meningkatnya ilmu atau kualitas diri hingga jenjang karir karyawan. Cobalah untuk mengadakan kegiatan-kegiatan yang dapat mengembangkan diri karyawan. Misalnya, workshop atau pelatihan tentang bidang kerja karyawan. Tidak hanya bidang kerjanya, pengetahuan lain seperti les bahasa juga bisa menjadi daya tarik tersendiri di mana karyawan akan merasa dirinya menjadi lebih baik.

5. Karyawan tidak menyukai perilaku atasan

Perilaku atasan yang tidak menyenangkan bisa menjadi salah satu alasan mengapa seorang karyawan ingin pindah kerja. Perilaku atasan yang baik, sangat penting karena dapat mempengaruhi kepuasan para karyawan. Atasan yang baik seharusnya mau memberikan apresiasi dan pujian yang tulus atas kinerja setiap karyawannya. Selain itu, atasan yang baik juga harus mampu menjadi pendengar yang baik, mau mengakui kesalahan, melihat dari sudut pandang yang berbeda, dan menghargai kontribusi setiap karyawannya.

Strategi Mencegah Tingginya Tingkat Turnover

Perusahaan seharusnya lebih berfokus pada pemenuhan kebutuhan dan ekspektasi karyawan melalui penguatan strategi retensi untuk mencegah tingginya tingkat turnover karyawan. Strategi retensi meliputi upaya yang dilakukan perusahaan untuk mempertahankan lingkungan kerja yang mendukung karyawan yang bekerja dengan nyaman di dalamnya. Kebijakan retensi yang diterapkan perusahaan biasanya ditujukan untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan karyawan. Dengan begitu, kepuasan kerja karyawan dapat meningkat serta mengurangi biaya tambahan untuk merekrut dan melatih karyawan yang baru.

Tingginya tingkat turnover karyawan merupakan kerugian besar bagi sebuah perusahaan. Apalagi jika karyawan tersebut merupakan karyawan yang berbakat dan cukup berpengaruh bagi perusahaan. Bukan hanya kehilangan sumber daya manusia yang terbaik, tetapi perusahaan juga akan mengalami penurunan produksi dan sumber finansial. Salah satu strategi untuk mempertahankan karyawan adalah dengan memberikan gaji dan tunjangan yang kompetitif. Dengan menggunakan sistem payroll, perhitungan dan pendistribusian gaji dapat dilakukan dengan mudah dan praktis. Anda dapat menggunakan software HR Sleekr yang memiliki fitur payroll, lengkap dengan potongan PPh 21 karyawan, iuran BPJS, dan lainnya. Sleekr merupakan solusi yang tepat untuk manajemen HR yang terintegrasi mulai dari absensi dan cuti online, klaim atau reimbursement, dan masih banyak lagi.

Sumber: https://sleekr.co/blog/mengatasi-permasalahan-tingginya-tingkat-turnover-karyawan/

Apa Saja Perbedaan Sales dan Marketing?

Perusahaan umumnya memiliki berbagai departemen atau divisi yang melakukan tugas berbeda sesuai dengan perannya masing-masing. Misalnya, sales, marketing, customer service, finance, programmer, dan lain sebagainya.  Namun, beberapa orang mungkin bertanya-tanya apakah peran sales dan marketing itu sama atau berbeda? Tak sedikit pula yang melihat sales dan marketing sebagai departemen atau divisi yang sama. Bukankah sales dan marketing sama-sama melakukan penjualan produk? Bagi orang awam, yang demikian mungkin terdengar sama. Tapi pada kenyataannya, sales dan marketing memiliki aktivitas, fungsi dan tugas yang berbeda. Meski punya peran berbeda, sales dan marketing adalah satu kesatuan, sangat berkaitan, dan saling berpengaruh antara satu sama lain.

Lalu, apa saja perbedaan antara sales dan marketing? Apa yang membuat sales dan marketing terlihat sama? Agar lebih memahami berikut merupakan perbedaan sales dan marketing.

Pengertian Sales dan Marketing

Sales didefinisikan sebagai bagian dari suatu perusahaan yang kegiatannya menjual, memastikan produk yang terlihat ataupun yang tidak terlihat laku dengan harga yang sesuai dengan perencanaan awal yang sudah ditetapkan tetapi juga dengan persetujuan dan kesepakatan konsumen.

Sementara marketing adalah keseluruhan sistem dari kegiatan bisnis seperti merencanakan produk, menetapkan harga, mempromosikan produk dan mendistribusikan barang dengan tujuan untuk memuaskan konsumen.

Secara singkat, sales ini merupakan penjualan dan marketing merupakan strategi untuk meningkatkan penjualannya.

Proses Kerja Sales dan Marketing

Selanjutnya, kita beda membedakan sales dan marketing dari sisi proses kerjanya. Merujuk pada pengertian sales yang merupakan penjualan, maka proses kerja sales yaitu langsung menghadapi konsumen. Namun, selain secara langsung, sales atau penjualan juga bisa dilakukan dengan melalui media, seperti telepon, media sosial atau apapun. Pada dasarnya kegiatan sales ini yakni aktivitas langsung atau interaksi langsung, asal kedua belah pihak menyetujui maka tidak menjadi masalah.

Agar tim sales dapat melakukan tugasnya dengan baik maka dibutuhkan tim marketing untuk melakukan analisis pasar atau mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan konsumen. Sehingga, marketing ini merupakan kegiatan di belakang sales. Mereka yang memikirkan cara promosi, pangsa pasar, identifikasi kelebihan dan kekurangan produk, dan sebagainya. Dengan kata lain, perbedaan sales dan marketing ini adalah marketing bertugas menyiapkan konsep, alat, strategi untuk membuat konsumen tertarik dan sales bertugas melayani para konsumen agar produk laku terjual.

Prioritas dan Fungsi Sales dan Marketing

Dalam prioritas kerja, perbedaan sales dan marketing dapat dilihat dari target kegiatan. Prioritas marketing yaitu mendapatkan konsumen, menjangkau konsumen dan membangun hubungan yang baik sehingga mereka setia. Jika konsumen atau pelanggan Anda banyak maka pendapatan perusahaan juga akan meningkat.

Adapun fungsi dari sales adalah melayani konsumen dan membantu mereka mendapatkan produk yang dicari.

Dari prioritas dan fungsi keduanya  dapat disimpulkan bahwa sebenarnya sales dan marketing ini merupakan dua kegiatan yang saling berkaitan dan bersinergi.

Aktivitas atau Ruang Lingkup Kerja Sales dan Marketing

Sales dan marketing juga dapat dibedakan dari sisi aktivitas atau ruang lingkup kerjanya. Sales atau penjualan jangka waktu kerjanya pendek (short-term). Ya, lihat saja jika Anda melakukan transaksi jual beli, hanya sebatas itu saja kan? Setelah proses transaksi selesai, tim sales sudah tidak bertanggung jawab lagi dengan konsumen.

Sementara marketing jangka waktu kerjanya lebih lama (long-term). Hal ini karena marketing harus menjaga hubungan yang baik dengan para konsumen ataupun vendor.  Karena itu, setelah kegiatan marketing dilakukan, tim masih bertanggung jawab menjaga hubungan agar loyalitas pelanggan tidak hilang. Bahkan sebenarnya, tim marketing harus menjadi hubungannya dengan konsumen sejak sebelum transaksi terjadi. Adapun lingkup pekerjaan marketing seperti kpeuasan pelanggan (customer satisfaction), riset pasar (market research), dan hubungan masyarakat (public relations).

Tujuan Sales dan Marketing

Perbedaan selanjutnya yang sangat terlihat mengenai tujuannya. Dalam marketing atau pemasaran, tim wajib menjaga brand image produk atau perusahaan. Sehingga keputusan konsumen untuk membeli produk karena mengetahui kualitas atau brand produk tersebut.

Sedangkan, dalam bidang sales atau penjualan menjaga brand bukanlah hal yang penting. Tujuan sales adalah produk perusahaan laku terjual dan target penjualan yang telah ditetapkan terpenuhi.

Bisakah Kita Bekerja sebagai Sales dan Marketing Sekaligus?

Dari beberapa perbedaan sales dan marketing yang sudah diuraikan di atas, tentu kamu bisa mendapat gambaran betapa dua divisi ini memang punya peran dan tugas yang berbeda.

Meski demikian, seperti ditulis oleh The Balance Small Business, terkadang menyatukan fungsi sales dan marketing menjadi sesuatu yang tak terhindarkan. Hal ini terutama bagi perusahaan kecil atau yang baru memulai bisnis.

Salesperson lebih berfokus pada strategi untuk mendapatkan revenue secara langsung dan berorientasi pada keadaan sekarang.

Sementara itu, marketer membuat strategi agar informasi dan branding perusahaan sampai ke target audiens, sehingga produk dan aktivitas marketing lainnya bisa bertahan lebih lama di pasaran.

Dari perbedaan sales dan marketing ini, jika perusahaan kesulitan menyeimbangkan fungsi keduanya, perlu ada waktu dan sumber daya khusus agar para petugasnya bisa mempelajari kedua bidang tersebut.

Oleh karena itu, jika kamu ingin menjalankan dua bidang ini sekaligus, sangat disarankan kamu sudah dibekali oleh pengalaman yang matang di masing-masing bidang. Dengan begitu, kamu sudah terbiasa dengan cara kerja kedua divisi tersebut.

Jadi, sekarang kamu sudah tahu lebih banyak tentang perbedaan sales dan marketing baik dari segi pengertian, proses kerja, prioritas dan fungsi, ruang lingkup kerja, serta tujuan atau target yang harus dicapai masing-masing divisi.

Memang sales dan marketing tidak bisa jalan sendiri. Tim sales akan hilang arah jika tim marketing tidak mampu menganalisis secara tepat kebutuhan dan budaya pasar yang jadi target produk. Sebaliknya, tim marketing juga tidak bisa melakukan eksekusi tanpa tim sales.

Sumber:

https://www.jurnal.id/id/blog/perbedaan-sales-dan-marketing-yang-perlu-diketahui-pengusaha/

https://glints.com/id/lowongan/sales-dan-marketing/#.X2GCMGgzaUk

Tugas HRD Manager

Human Resource Department (HRD) merupakan salah satu divisi yang paling umum dimiliki oleh perusahaan. HRD dikenal sebagai divisi yang secara langsung mengurusi dan mengelola sumber daya manusia atau karyawan di perusahaan dari mulai perekrutan hingga ke masa pensiun. Oleh karena berhubungan langsung dengan manusia, biasanya HRD ini diisi oleh mereka yang berasal dari latar pendidikan psikologi.

Sebagaimana divisi lain, HRD juga memiliki managernya sendiri. Keberadaan HRD Manager tentu harus memiliki kecakapan khusus. Mereka tidak hanya harus bisa menuntun anggota divisinya untuk bisa bekerja dengan baik, tetapi juga harus mampu menciptakan lingkungan kerja yang kondusif bagi semua karyawan.

Dalam mencapai hal terebut, HRD Manager selayaknya memahami tugas-tugasnya dengan baik. Apa saja tugas-tugas HRD Manager tersebut? Berikut penjelasannya.

1.Mengelola dan Mengembangkan Sistem HR di dalam Perusahaan

Pengelolaan SDM perusahaan yang efektif dan efisien menjadi tugas dan tanggung jawab HRD Manajer. Dan seiring perkembangan teknologi, sistem HR juga kian berkembang pesat. Manajer SDM harus mampu mengelola dan mengembangkan sistem HR menjadi lebih efektif dan efisien dengan memanfaatkan teknologi yang ada.

Misalnya saja dengan membuat SOP, Job Description, KPI untuk penilaian kinerja karyawan, sistem rekrutmen hingga automatisasi sistem HR.

2. Menjadi Penghubung Antara Manajemen dan Karyawan

Sudah menjadi hal lumrah yang harus dipahami bahwa HRD Manager bertugas sebagai penghunung antara manajemen perusahaan dengan karyawan. HRD Manager bertanggung jawab untuk menyampaikan dan menginformasikan hal-hal yang terjadi diantara kedua pihak.

3. Bertanggung Jawab Penuh terhadap Absensi & Payroll

HRD Manager bertanggung jawab terhadap data-data yang Ia maupun staf-nya kelola. Seperti data absensi karyawan dan payroll yang meliputi perhitungan gaji, tunjangan, PPh 21, upah lembur dan bonus karyawan.

4. Membentuk Format Terbaik Proses Rekrutmen dan Orientasi

Dunia terus berkembang, dari teknologi hingga metode-metode baru terus bermunculan. Dalam hal rekrutmen karyawan pun, perkembangan ini juga terjadi. Disanalah HRD Manager mengambil peranan untuk bisa membentuk format terbaik dalam proses rekrutmen karyawan sejak awal hingga masa orientasi. Format terbaik ini harus disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan itu sendiri. Karenanya, HRD Manager harus mampu menganalisanya agar tidak terjadi kekeliruan atau pemborosan.

5. Melakukan Evaluasi Tingkat Kepuasan Karyawan

Biasanya pada jangka waktu tertentu seperti akhir tahun, HRD memberikan kuisioner kepada karyawan. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi bagaimana karyawan mengasumsikan dirinya di perusahaan. Dalam hal evaluasi itulah, HRD Manager mengambil peranan penting untuk bisa mereview kepuasaan karyawan dan upaya apa yang bisa dilakukan untuk memperbaiki atau mempertahankannya.

6. Merencanakan Pelaksanaan Training dan Mengevaluasinya

Perusahaan menginginkan karyawannya berkembang dan memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan itu sendiri. Untuk mencapai hal tersebut, proses training menjadi hal yang lumrah dilakukan. Namun, ada beberapa metode training yang bisa dipilih dan diterapkan. Antara satu divisi atau individu juga bisa saja memerlukan metode yang berbeda. Oleh karena itu, HRD Manager bertugas untuk merencanakan pelaksaan training tersebut agar tepat sasaran.

7. Mengelola dan Mengendalikan Anggaran Belanja SDM

Perusahaan menginginkan kandidat terbaik untuk bergabung dan menjadi bagian dari perusahaan. Untuk mencapai tujuan tersebut, dibutuhkan anggaran biaya yang cukup besar, mulai dari saat proses rekrutmen hingga pelatihan.

Manager HRD harus mampu mengengelola dan mengendalikan anggaran belanja pengembangan SDM sehingga divisi HR dapat mencapai tujuannya tanpa menghabiskan anggaran yang besar.

8.Bertanggung jawab terhadap proses Penilaian Kinerja Karyawan

Penilaian kinerja karyawan terdiri dari berbagai indikator yang harus terpenuhi oleh karyawan. Manager HRD dituntut untuk membuat indikator dan alur dari proses penilaian kinerja karyawan yang objektif. Sehingga Hal ini akan mempermudah tim HR dalam menjalankan proses penilaian kinerja tersebut.

Itulah 8 hal yang menjadi tugas umum HRD Manager. Namun tugas-tugas ini kembali kepada kebutuhan perusahaan. Jika pada perusahaan skala menengah ke bawah, semua tugas ini mungkin bisa dilakukan semua, tetapi HRD Manager di perusahaan menengah ke atas, bisa memiliki tugas yang lebih terspesialisasi.

Jangan lupakan pula bahwa perkembangan teknologi juga mempengaruhi dalam tugas-tugas HRD Manager. HRD harus dapat beradaptasi dengan teknologi baru. Lebih jauh lagi, HRD juga dapat mentransformasi pola kerja sehingga dapat mendorong perkembangan bisnis yang lebih baik.

Sumber: https://www.linovhr.com/tugas-hrd-manager/